KALAU ADA DOSA LEBIH BESAR DARI MABOK SAYA AKAN CERAIKAN ISTRI SAYA


Ada ulama besar namanya Al Imam Malik gurunya Imam Syafi’i , suatu saat Imam Malik ditanya. Jadi ada seseorang di tengah jalan melihat orang lagi mabok, dia mabok sekaligus mengganggu orang lain. Hingga orang tersebut berujar “mabok ini parah, Ummul Khobaits gara gara dia mabok mengakibatkan melakukan kemungkaran lainnya.” Tambahnya “saya yakin dosa paling besar itu mabok, andai kata ada dosa yang lebih besar dari mabok maka istri saya akan saya ceraikan”.
Ini yang dinamakan Ta’liqul Tolaq. Kalimat ‘andai kata’ itu menunjukkan keyakinan dia bahwa tidak ada dosa paling besar daripada mabok, artinya kalau ada dosa yang lebih besar dari mabok maka jatuhlah talak untuk istrinya.

Setelah orang tersebut berujar demikian, dia gelisah apakah istrinya jatuh cerai atau tidak. Akhirnya dia tanya kepada Imam Malik. “Wahai Imam Malik, tadi saya dijalan bertemu seorang pemabok dan dia mengganggu orang lain. Hingga saya berujar bahwa tidak ada dosa lebih besar dari pada mabok, andai kata ada dosa yang lebih besar dari pada mabok maka istri saya akan saya ceraikan. karna sesiapa yang mabok pasti akan melakukan kemaksiatan lain. Saya yakin dosa mabok itu paling besar wahai Imam Malik, apakah saya jatuh talaknya atau tidak?”
Imam Malik begitu mendapat pertanyaan seperti itu langsug berkata, “tunggu dulu, sebentar. Saya belum bisa jawab saya cari dulu jawabannya”. Inilah akhlaq ulama zaman dahulu, mereka tidak gengsi bila ada keraguan jika menjawab saat ini takut kurang sesuai dengan Kitab, Hadits dan Al-Qur’an. Lebih mengutamakan prinsip sangat kehati-hatian. Al Habib Abdullah bin Umar Asy Syathiri pendiri Rubath Tarim yang banyak sekali melahirkan ulama-ulama di Indonesia, abahnya Habib Salim Asy Syathiri. Beliau Ulama besar Mazhab Syafi’i. Beliau kalau ditanya tentang satu masalah dan masalah itu sudah lebih dari tiga hari, beliau tidak langsung menjawabnya “tunggu dulu, saya lihat dulu dikitab. Saya takutnya yang sudah saya hafal agak meleset dari kitab”

Akhirnya beberapa hari si penanya datang kembali, jawaban Imam Malik “belum, saya belum mendapatkan jawabannya”. Setelah itu dia datang lagi namun Imam Malik masih belum bisa menjawabnya. Setelah beberapa hari kemudian Imam Malik mendapatkan jawabannya, dan menjawab “anda jatuh talak, istri anda jatuh talak”. Artinya ada dosa yang lebih besar dari mabok, “setelah saya telusuri semua ayat yang ada di Al-Qur’an, kemudian saya telusuri semua Hadits yang saya tahu. Saya tidak mendapatkan dosa yang lebih besar dari riba” lanjut berkata Imam Malik.
Karna dosa-dosa lain hanya sebatas ancaman, namun dosa riba beda sendiri ancamannya dalam Al-Qur’an  فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ kalian tetap mengambil riba maka ditantang perang oleh Allah SWT.
فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: 279)

(Dikutip dari ta'lim bulanan Habib Hanif Al-Athos)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasyid kisah Rosul full 33 bait.

DIBALIK TABIR MAULID NABI MUHAMMAD SAW

mencerdaskan anak bangsa