Menunggu Telfonmu
MENUNGGU TELEPONMU __________________________________ (COPAS) IG:@muhibbin.abuya.al.maliki Sebuah cerita yang langka di 'jaman logika'. Sebelum murid pulang dari Makkah, Sang Guru berpesan kepadanya, "Tunggu telepon dariku setiap Jumat Malam". Tahun 80, sepulang Sang Murid mondok di Makkah, setiap Jumat ba'da isya', murid menunggu gurunya menelepon dari Makkah. Bukan sekadar menjalankan perintah, namun ada kerinduan yang mendalam bak menunggu kekasihnya. Karena saat itu murid tak memiliki telepon, maka disepakati untuk numpang di kawan satu angkatan (di Makkah) yang terlebih dahulu memiliki pesantren, bernama Daarus Salaam, Tambak Madu, Surabaya, asuhan Ustad Muhyiddin Nur. Kala itu Murid masih menjadi 'dai keliling' di kampus-kampus di Surabaya dan Malang. Di tahun 1991, impian murid untuk memiliki 'markas' dakwah mandiri, terwujud. Maka sejak saat itu, Murid menetap di Pondok Pesantren Nurul Haromain, Pujon (1...