DIBALIK TABIR MAULID NABI MUHAMMAD SAW
Alhamdulillah kita dapat berjumpa dengan 12 Robiul Awal hari yang begitu mulia, yaitu hari yang didalamnya telah lahir manusia yang sangat agung dan istimewa yaitu Nabi Muhammad SAW. Dimana atas kelahiran Nabi Muhammad SAW kebaikan-kebaikan terus bermunculan, yang dulu ketika wanita haid harus diasingkan karena dianggap rendah dan menjijikan namun syariat Islam turun hingga wanita dimuliakan.
إذا كان هذا كافرا جاء ذمه # بتبت دٌاه فى الجح مٌ مخلدا
أتى أنه فى وٌم الإثن نٌ دائما # خٌفف عنه للسرور بؤحمد
فما الظن بالعبد الذي طول عمره # بؤحمد مسرورا ومات موحدا
“Jika saja orang kafir ini (Abu Lahab), yang dicela dalam suroh “tabbat yadaa” kekal dalam neraka jahim.
Diberitakan bahwa pada setiap hari Senin diringankan siksanya karena bahagia menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW
Maka
apa yang kau ungkapkan terhadap orang yang sepanjang hidupnya merasa
bahagia dengan adanya Nabi Muhammad SAW dan mati dalam keadaan memegang
tauhid.”
Dengan begitu banyak anugerah berkat lahirnya Nabi Muhammad SAW, pantaslah kita berbahagia atas kelahiran-Nya. Namun apakah harus dengan perayaan Maulid yang selama ini kita tahu? kenapa dinamakan Maulid bukan milad?apakah perayaan Maulid itu adalah sebuah ibadah?apasih isi Perayaan Maulid Nabi?
Berikut kami sampaikan link untuk mendownload tulisan Al Ustadz Muhammad Zuhri, beliau merupakan alumni Ponpes Rusyaifah Makkah dibawah asuhan Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad Bin Alawi Al Maliki Al Hasani

Komentar
Posting Komentar